Post Date: 21 Februari 2019

Melibatkan Peran Serta Masyarakat pada Pengembangan Perkebunan Kelapa Sawit melalui Perencanaan Konservasi Partisipatif

Pembelajaran dari upaya sebuah perusahaan kelapa sawit di Indonesia untuk mengikutsertakan masyarakat di sekitar wilayah konsesi dalam rencana melibatkan peran serta perusahaan melalui Perencanaan Konservasi Partisipatif (Participatory Conservation Planning).

 

 

Sumber: www.smart-tbk.com

 

Sinar Mas Agribusiness and Food, yang berdiri pada tahun 1962, adalah anak perusahaan salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar di dunia yang bernama Golden Agri-Resources. Sinar Mas Agribusiness and Food yang beroperasi di bawah Golden Agri-Resources (GAR) adalah salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terkemuka dengan total luas areal tanam di Indonesia mencapai lebih dari 500.345 hektar (termasuk kebun milik petani swadaya) per tanggal 31 Maret 2018. Perusahaan memiliki operasi terpadu yang memproduksi bahan pangan yang berbahan baku minyak nabati.

Sinar Mas Agribusiness and Food fokus pada produksi minyak kelapa sawit berkelanjutan. Di Indonesia, kegiatan utamanya meliputi budidaya dan pemanenan pohon kelapa sawit; pengolahan tandan buah segar menjadi minyak sawit mentah (CPO) dan inti sawit; penyulingan CPO menjadi produk dengan nilai tambah seperti minyak goreng, margarin, shortening dan biodiesel; serta perdagangan produk kelapa sawit ke seluruh dunia. Perusahaan juga beroperasi di Tiongkok dan India dengan memiliki pelabuhan, pabrik penghancur biji sawit, memproduksi berbagai produk minyak nabati olahan, serta produk makanan lainnya seperti mie.

Kepastian kepemilikan dan izin tanah merupakan hal yang krusial dalam menjalankan bisnis perkebunan kelapa sawit Sinar Mas Agribusiness and Food yang mencakup lebih dari 138,000 hektar (termasuk perkebunan plasma).

Jika Sinar Mas Agribusiness and Food memiliki sebidang tanah atau mendapatkan izin dari pemerintah kabupaten untuk beroperasi di wilayah tersebut, apakah Sinar Mas Agribusiness and Foodmemiliki hak sepenuhnya untuk memutuskan apa yang akan dilakukan dengan tanah tersebut? Kenyataanya, kepemilikan tanah bisa menjadi hal yang abu-abu karena seringkali masyarakat setempat mengklaim kepemilikan secara adat atas wilayah tempat tinggal mereka, meski tanpa dokumentasi resmi.

 

“Sering kali terjadi dilema ketika pilihan dari suatu sumberdaya adalah untuk dilindungi berdasarkan penelitian, tapi di satu sisi keterikatan dan kebutuhan masyarakat untuk memanfaatkan sumberdaya alam tersebut sebagai kebutuhan ekonomi.” ucap Wirendro Sumargo, selaku Head of Tim FPIC.

 

 

 

Persetujuan diawal tanpa paksaan (Free Prior Informed Consent)

FPIC menjadi solusi Sinar Mas Agribusiness and Food untuk memperjelas wilayah konsesi, wilayah konservasi, dan wilayah masyarakat. Kebijakan ini adalah praktik yang dikembangkan untuk menghormati hak tanah masyarakat adat.

 

“Karena tindakan kami memberikan dampak pada masyarakat, kami memastikan Free, Prior and Informed Consent (FPIC) dari  mereka melalui konsultasi dan diskusi sebelum memulai pengembangan dan konservasi lahan.” –Sinar Mas Agribusiness and Food

 

FPIC merupakan bagian dari Social and Community Engagement Policy, yang ada semenjak November 2011. Sebagaimana dinyatakan di website Sinar Mas Agribusiness and Food, yang menyatakan bahwa tindakan perusahaan memberikan dampak pada masyarakat, Sinar Mas Agribusiness and Food memastikan Free, Prior and Informed Consent (FPIC) dari  mereka melalui konsultasi dan diskusi sebelum memulai pengembangan dan konservasi lahan.”

“Prinsip FPIC ini tidak hanya dalam bentuk penolakan atau persetujuan suatu proyek pembangunan perkebunan, tapi juga proses pemberian informasi yang lengkap dan memadai tentang dampak ekonomi, sosial, budaya dan dampak lingkungan yang mungkin ditimbulkan dengan adanya proyek tersebut.” jelas Head of FPIC Sinar Mas Agribusiness and Food.

 

Menjembatani persepsi: berawal dari Perencanaan Konservasi Partisipatif hingga menjadi Peraturan Desa

Source: Sinar Mas Agribusiness and Food

 

Pada tahun 2015, Sinar Mas Agribusiness and Food didampingi oleh The Earthworm Foundation memperkenalkan Perencanaan Konservasi Partisipatif (Participatory Conservation Planning/PCP) di Desa Penai dan 11 desa lainnya di Kalimantan Barat. PCP adalah sebuah proses pemetaan melalui pendekatan tataruang desa dan konsultasi dengan masyarakat sekitar (desa) untuk menentukan wilayah mana yang dapat digunakan untuk usaha Sinar Mas Agribusiness and Food, konservasi (lindung) dan area yang dapat digunakan dan dikembangkan oleh masyarakat ke depan.

Proses PCP dimulai dengan melakukan kajian High Carbon Stock (HCS) dan High Conservation Value (HCV) untuk wilayah konservasi. Kemudian, Participatory Mapping dilakukan untuk menentukan wilayah mana yang memiliki nilai sosial, spiritual, lindung dan budidaya bagi masyarakat desa setempat. Masyarakat, Sinar Mas Agribusiness and Food, dan pemerintah desa kemudian duduk bersama untuk menyetujui rencana penggunaan lahan konsesi, konservasi, atau untuk dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat.

“Akan dilakukan penyusunan draft laporan, draft peta arahan pola dan tata ruang sekaligus draft peta konservasi yang akan disampaikan melalui Konsultasi Publik yang melibatkan masyarakat desa dan pihak terkait seperti, Pemerintah Daerah (Bappeda, BPN, Dinas Terkait), Perwakilan Akademisi dan LSM untuk mendapat masukan dan saran dari proses kegiatan PCP,” Bapak Wirendro Sumargo sebagai Head of FPIC Sinar Mas Agribusiness and Food menjelaskan.

Menurut Fahreza Hidayat, Senior Management Team di The Earthworm Foundation, pihak perusahaan juga harus memahami kebutuhan desa. “Contohnya, penduduk desa mungkin membutuhkan dukungan untuk mengembangkan sumber mata pencaharian atau pertanian,” tambah Fahreza.  

Di Desa Penai di Kalimantan Barat, hasil dan proses PCP telah menjadi sebuah Peraturan Desa (Perdes). “Perdes menjadikan proses PCP menjadi bagian kerangka kerja institusi desa. Perdes penting untuk menganggarkan dana desa untuk melaksanakan rencana kegiatan hasil PCP,” ungkap Fahreza.

“Tujuan Perdes tersebut, agar nanti anak cucu kami masih bisa melihat hutan, dan masih bisa menggantungkan hidup dengan hutan lestari tersebut,” Tambah Paulus.

 

Sebuah capaian dari proses yang panjang  

Source: Tribunnews

 

Sinar Mas Agribusiness and Food berharap bahwa hasil PCP dapat dimasukkan ke Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Desa. “tujuannya adalah masyarakat desa mempunyai rencana pembangunan desa yang berwawasan lingkungan dimana dalam pengelolaan pemanfaatan sumberdaya alam desa memperhatikan aspek kelestarian dan keberlanjutan,” kata Bapak Wirendro Sumargo selaku Head of FPIC Sinar Mas Agribusiness and Food.

Proses pemetaan partisipatif tidaklah selalu berjalan lancar. “Terkadang beberapa masyarakat tidak ingin berpartisipasi dalam proses pemetaan karena mereka merasa perusahaan mencuri tanah mereka,” ucap Fahreza. The Earthworm Foundation berperan untuk menjembatani antara kepentingan perusahaan dan masyarakat ketika hal ini terjadi.

 

“Kita harus mencari keseimbangan perwakilan dari berbagai fraksi dan kepentingan di masyarakat.” – Fahreza, The Earthworm Foundation Senior Management Team

 

Keraguan masyarakat mengenai representasi perwakilan masyarakat dalam proses PCP juga bisa menjadi persoalan. “Kita harus mencari keseimbangan perwakilan dari berbagai fraksi dan kepentingan di masyarakat. Contohnya, walaupun kenyataan mayoritas petinggi desa adalah laki-laki, kita harus memikirkan bagaimana memberikan suara yang lebih luas untuk penduduk wanita,” ucap Fahreza dari The Earthworm Foundation.  

Dukungan lebih dari pemerintah juga perlu untuk memberikan insentif bagi perusahaan untuk dapat melakukan PCP lebih luas lagi. “perlu diadakannya insentif finansial agar perusahaan kecil dan menengah, yang tidak memiliki sumber daya sebesar Sinar Mas Agribusiness and Food, juga dapat melaksanakan PCP,” tambah Fahreza.

 

Pihak yang terlibat di dalam Kisah Lapangan ini:

Free Prior Informed Consent Team dan Wirendro Sumargo, sebagai Head of FPIC Department.

Fahreza Hidayat, Senior Management Team, The Earthworm Foundation

 

Disclaimer

Catatan: Kisah ini menangkap pengalaman dan pendapat dari berbagai sudut pandang tentang situasi tertentu, dan dirancang untuk berbagi pelajaran tentang beberapa masalah yang terlibat. Ini tidak dimaksudkan untuk menjadi studi kasus yang komprehensif dan juga tidak mengklaim untuk memberikan laporan definitif dari kasus tertentu atau perspektif tentang kasus tersebut.

 

Share this post