Post Date: 21 Februari 2019

Memotivasi pabrik pemasok perusahaan retail pakaian untuk menjalankan bisnis berkelanjutan

Sebuah perusahaan ritel pakaian H&M, melalui H&M Production Office di Indonesia berusaha mendampingi dan memotivasi pabrik-pabrik pemasok untuk ikut serta menjalankan bisnis berkelanjutan.

 

H&M telah berkomitmen menjadi pemimpin perubahan menuju industri mode sirkular, terbarukan, serta menjadi perusahaan yang adil dan setara[1].  H&M berupaya bermitra dengan 1,668 pabrik pemasok[2] di seluruh dunia, termasuk sekitar 131 pabrik pemasok di Indonesia[3], untuk meningkatkan kinerja bisnis keberlanjutan pemasok.

“H&M sadar bahwa kami tidak sendirian. Bukan hanya bisnis kita yang tumbuh tapi bisnis suplier juga tumbuh bersama-sama.” ucap Anya Sapphira, Regional Sustainability Manager H&M.  “Kami dukung dan memberi penghargaan bagi pemasok untuk go beyond dalam program sosial dan lingkungan hidup.”

 

“H&M sadar bahwa kami tidak sendiri. Bisnis kami harus tumbuh bersama dengan bisnis pemasok.” Anya Sapphira, Regional Sustainability Manager H&M.

 


[1]HM. “HM 2017 Sustainability Report”. 2017. https://about.hm.com/content/dam/hmgroup/groupsite/documents/masterlanguage/CSR/reports/2017%20Sustainability%20report/HM_group_SustainabilityReport_2017_FullReport.pdf

[2] Ibid,.

[3] http://sustainability.hm.com/en/sustainability/downloads-resources/resources/supplier-list.html#


 

Source: H&M Sustainability Report 2016

 

“H&M berkomitmen untuk membuat industri fashion lebih transparan. Kami telah belajar dari pengalaman sebelumnya bahwa transparansi penting bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan, ”kata Anya Sapphira, Manajer & Keberlanjutan Regional H&M.

“Bagi kami transparansi adalah untuk mengetahui di mana dan bagaimana produk kami dibuat untuk memastikan bahwa hak asasi manusia dihormati, kondisi lingkungan yang baik, dan dalam kondisi apa produk dibuat. Penting juga untuk memberitahukaninformasi ini kepada publick.”

 

Bukan  filantrofi: menanamkan keberlanjutan sebagai DNA dari proses bisnis

“Keberlanjutan bukanlah filantrofi. Kami percaya bahwa menghormati HAM dan lingkungan adalah investasi dan peluang bisnis. Tujuan H&M melaksanakan kebijakan-kebijakan tersebut ialah menjaga keberlanjutan bisnis jangka panjang. Oleh karena itu, menanamkan keberlanjutan di rantai pasokan H&M merupakan hal yang penting,” kata Anya.

Filantropi dan kebijakan sustainability diimplementasikan secara terpisah oleh dua institusi yang berbeda. H&M Foundation menangani dana pemilik H&M untuk proyek amal. Sementara Tim Sustainability H&M mengimplementasikan program keberlanjutan yang terkait dengan proses bisnis inti H&M.

“Mengintegrasikan sustainability dalam proses bisnis berbeda dari filantropi dan donasi. Pemasok harus memiliki kapasitas bisnis yang kompetitif, namun tetap berkelanjutan dan bertanggung jawab, ”kata Anya.

“Kami menganalisa proses bisnis pemasok. Bagaimana mereka dapat tetap kompetitif, bebas dari konflik sosial, memiliki hubungan industrial yang baik dan bebas dari pelanggaran upah. Berdasarkan perspektif lingkungan bisnis, ada standar bahan yang berkelanjutan, efisiensi sumber daya, dan pengelolaan limbah, ”jelas Anya.

 

Sumber: H&M 2017 Sustainability Report

 

 

Membangun sistem keberlanjutan berdasarkan kebutuhan pemasok

Perusahaan ritel pakaian dengan penjualan terbesar kedua di dunia pada tahun 2018[4] ini sudah berevolusi dari pendeketan berbasis uji kepatuhan (compliance due diligence) dan berfokus dalam membangun kapasitas dan sistem pemasok.

“Sistem audit hanya menampilkan snapshot yang tidak representatif dalam jangka panjang.” ucap Anya. “Kami hanya menjadikan audit sebagai standar minimum untuk melakukan pembelian, lalu kita berinvestasi di sistem dan kapasitas bisnis berkelanjutan pemasok.”

 


[4] https://www.fastretailing.com/eng/ir/direction/position.html


 

H&M menggunakan metode pelaporan diri Sustainable Apparel Coalition menggunakan piranti lunak Higg Index. Tim Sustainability H&M kemudian akan melakukan verifikasi pelaporan dan menentukan bidang apa yang harus dikembangkan oleh pemasok.

“Kami sadar bahwa kebutuhan pemasok dan unit produksi untuk mencapai tujuan keberlanjutan itu berbeda-beda.” Anya menjelaskan. “Fokus program pengembangan  pemasok tergantung pada kebutuhan masing-masing, contohnya kesehatan dan keselamatan kerja (K3), hubungan industrial dengan pekerja, sistem manajemen limbah, lingkungan, dll.” ucap Anya.

“Ketika kita evaluasi, rata-rata pabrik sudah punya sistem, tapi kadang operasional sehari-hari yang menjadi tantangan.” Ucap Anya.

 

“Compliance itu hanya syarat minimum. We reward the extra mile.” – Anya Sapphira, Regional Sustainability Manager H&M

 

“Kadang-kadang ketika peak season kebersihan tidak terjaga, banyak kain perca di lantai. Padahal K3 itu prioritas.” Anya menjelaskan. “Ada juga karyawan yang lebih memilih bekerja di pabrik yang jam lemburnya lebih tinggi untuk mendapatkan bonus lebih tinggi daripada peduli haknya.”

Menurut Tim Sustainability H&M, sosialisasi dan pelatihan melalui Sustainability Supplier Summit menjadi kunci yang utama untuk memastikan sistem dan kebijakan yang sudah ada tertanamkan pada kebiasaan sehari-hari. Kerja sama dengan berbagai forum serikat pekerja, seperti IndustriALL dan lembaga internasional, seperti International Labour Organization juga dilakukan.

 

Source: H&M Sustainability Report 2016

 

Memberikan penghargaan untuk usaha lebih dari pemasok

Compliance itu adalah minimum requirement. We reward the extra mile.” ucap Anya.

“Kami menjadikan keberlanjutan sebagai dasar dari Key Performance Indicator dan ranking supplier.” Anya Sapphira, Regional Sustainability Manager H&M

Menurut Anya, memilih pemasok yang lebih peduli sustainability adalah keuntungan bisnis. “Pemasok dengan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang lebih baik cenderung memiliki output produksi yang lebih baik. Pemasok yang memiliki hubungan industrial yang baik juga cenderung lebih stabil dan lebih dapat diandalkan dalam memberikan hasil produksi,” kata Anya.

“Kami menjadikan sustainability sebagai backbone indeks kinerja kunci (KPI) dan ranking pemasok.” Anya menjelaskan. “Cara kami mereward adalah semakin tinggi level ranking pemasok, semakin besar komitmen bisnis dari H&M.”

Hasilnya, beberapa pabrik pemasok H&M ada yang telah memastikan lingkungan kerja yang menghormati hak-hak dan kesetaraan perempuan atau komunitas difabel, juga menggunakan energi tata surya.

 

Share this post