Post Date: 21 Februari 2019

Menjemput bola : menciptakan rantai pasok jagung yang inklusif

PT Santosa Utama Lestari (Vasham) adalah sebuah bisnis sosial pertanian terpadu yang merupakan anak perusahaan dari PT Japfa Comfeed Tbk. (Japfa). Visi Vasham sejak dimulai pada tahun 2013 ialah ‘menciptakan bisnis pertanian yang terintegrasi secara vertikal dan bersifat inklusif serta memberikan nilai tambah bagi semua pihak yang terlibat’. Melalui program kemitraan yang lebih dekat, perusahaan dapat memastikan penghormatan hak petani pemasok atas standar hidup yang layak.

 

“Perusahaan haruslah memiliki misi yang lebih besar dari perusahaan itu sendiri.” – Irvan Kolonas, CEO Vasham

 

Program Konco Vasham: memahami rantai pasokan untuk menjadi ‘kawan’ petani

Menurut Irvan, Vasham adalah bisnis sosial. Artinya, Vasham ialah sebuah usaha yang bertujuan untuk menyelesaikan sebuah permasalahan sosial. Bisnis sosial seperti Vasham memiliki model keuangan berkelanjutan yang menguntungkan dan berdampak positif bagi masyarakat.

Salah satu program Vasham ialah menyediakan pertanian sistem kontrak (contract farming) yang bernama Program ‘Konco’, yang berarti Program ‘Kawan’ dalam Bahasa Jawa. Vasham bermitra dengan petani, pedagang, dan komunitas lokal melalui pembiayaan, penjualan, pelatihan pertanian, dan manajemen risiko untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Di tahun 2018 saja, 100,000 ton jagung telah di produksi melalui program Vasham.

Untuk merancang solusi rantai pasokan jagung, Irvan dan timnya harus turun ke lapangan untuk mengikutsertakan petani, tengkulak, retailer, pemerintah, dan pihak lain di rantai pasokan.

Menurut Irvan, permasalahan mata rantai tidaklah selalu hitam putih. “Dulu awalnya saya kira semua tengkulak itu jahat. Setelah ke lapangan, ternyata tidak semua tengkulak itu menindas petani. Ada tengkulak tingkat 1 yang memberikan pelayanan dan pendampingan kepada petani.” jelas Irvan. “Tetapi, ada juga tengkulak tingkat 2 dan 3 yang bertindak murni sebagai broker tanpa nilai tambah bagi petani.” tambah Irvan.

Kemitraan pembiayaan Vasham bertujuan untuk memutus praktik tengkulak yang tidak memberi nilai tambah bagi petani. Petani seringkali harus berhutang kepada tengkulak dengan bunga yang tinggi. Melalui program Konco Vasham, petani dapat berhutang modal dengan bunga yang lebih rendah.

 

“Keuntungan bagi perusahaan untuk bermitra dengan petani adalah kepastian pasokan.”

 

Menurut Irvan, model contract farming sudah ada sejak lama. Contohnya, Japfa memiliki program kemitraan dengan peternak ayam yang di mulai sejak periode krisis ekonomi tahun 1998.

Apa keuntungan menjadi mitra petani pemasok bagi perusahaan? “Keuntungan bagi perusahaan adalah kepastian pasokan dan penjualan.” ucap Irvan.

 

Menanamkan jiwa sosial ke DNA perusahaan

Seiring waktu, Vasham pun terintegrasi menjadi anak perusahaan Japfa. “Awalnya saya memulai Vasham sebagai sosial bisnis sebagai hal yang terpisah dari Japfa.” ucap Irvan. “Akan tetapi, seiring saya mengembangkan Vasham, saya semakin melihat titik temu bahwa untuk menjadi perusahaan bertanggung jawab, perusahaan harus menjadi sebuah bisnis sosial.”

 

“saya semakin melihat titik temu bahwa untuk menjadi perusahaan bertanggung jawab, perusahaan harus menjadi sebuah bisnis sosial.” Irvan Kolonas, CEO Vasham

 

“Melalui Vasham, Japfa pun kini ‘menjemput bola’ ke sentra tani di berbagai daerah seperti Palu, Gorontalo, dan NTB.” Irvan menjelaskan.

Vasham menyediakan fasilitas dan menyediakan akses pasar di berbagai daerah tersebut. “Contohnya, pengiriman hasil petani dari NTB terhambat karena petani kecil sebelum Vasham hadir tidak bisa menggunakan kapal besar”

Menurut Irvan, model bisnis kemitraan sosial dengan petani pemasok bersifat sederhana dan bisa ditiru banyak perusahaan besar lainnya. “Kalau perusahaan itu mau, sebenarnya bisa. Pertanyaannya apakah perusahaan mau berinvestasi dan mengerahkan tenaga untuk berhasil dalam jangka panjang.”

 

Source: Vasham

Share this post