Post Date: 12 Juli 2019

Workshop Bisnis dan Hak Asasi Manusia oleh SHIFT di Jakarta

Pada tanggal 24-25 Juni 2019 di Hotel Meridien, Jakarta,  perusahaan dan pelaku bisnis di Indonesia menghadiri workshop mengenai cara mengaplikasikan Prinsip Panduan Bisnis dan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui uji tuntas dan laporan HAM atau “Applying the UN Guiding Principles to Human Rights Due Diligence and Reporting“. Workshop ini dipimpin oleh Shift melalui kemitraan dengan Global Compact Network Indonesia (IGCN) dan didukung oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN Indonesia).

Tujuan dari inisiatif ini adalah untuk menunjukan bagaimana laporan keberlanjutan yang baik – yang selaras dengan Prinsip Panduan Bisnis dan HAM PBB dapat meningkatkan kinerja HAM yang lebih baik. Pelatihan ini dihadiri oleh 28 perusahaan di Indonesia dari berbagai sektor dan 2 lembaga akademia. Perusahaan yang hadir diantaranya adalah Unilever, Danone, Asia Pulp Paper, Sinar Mas, Adaro, dan lainnya.

Y.W. Junardy sebagai Presiden IGCN dan Rakhmat Junaidi sebagai Ketua Komite Etik Bisnis KADIN Indonesia memberikan kata sambutan. Y.W. Junardy menyatakan perlunya meningkatkan skala pelatihan bisnis dan HAM di Indonesia untuk meningkatkan partisipasi pelaku bisnis dalam menjalankan Prinsip Panduan Bisnis dan HAM PBB. Rakhmat Junaidi menyambut baik inisiatif pelatihan untuk memudahkan pelaku bisnis untuk memahami cara menjalankan bisnis dan HAM.

Pada hari pertama, Mairead Keigher dan Erika Piquero dari Shift menyampaikan 4 sesi pelatihan, yaitu, tanggung jawab perusahaan untuk menghormati HAM, mengidentifikasi dan memperioritaskan isu HAM, mengimplementasikan tanggung jawab untuk menghormati HAM, dan komunikasi terbuka mengenai HAM. Disetiap sesi perusahaan diberi kesempatan untuk berunding, bertanya, dan mengerjakan studi kasus mengenai bisnis dan HAM. Pada hari kedua, perusahaan mengadakan diskusi lanjutan mengenai bisnis dan HAM.

Pelatihan ini diharapkan dapat terus mamajukan implementasi bisnis dan HAM di Indonesia. Melalui peningkatan kapasitas dan pengetahuan, dunia usaha dapat menghormati HAM dan bersinergi dengan masyarakat luas.

 

 

Share this post